Perilaku Buruk Wisatawan di Balik Indahnya Pantai Selatan Malang

Libur Lebaran di Malang tak lengkap jika belum menikmati keindahan pantai di pesisir selatan. Sejak dibuka Jalur Lintas Selatan (JLS), hadir sejumlah obyek wisata pantai baru. Jejeran pantai berderet menjadi wisata alam alternatif.

Wisata alam pesisir mulai dari Pantai Tamban, Sendiki, Sendang Biru, Goa Cina, Ungapan, Gatra, Tiga Warna, Clungup, Bengkung, Bajul Mati, Balekambang, Kondang Merak dan Watu Leter. Semua pantai memiliki keindahan dan pemandangan yang berbeda-beda.

Seperti Pantai Bansong Teluk Asmara, pengunjung bisa menikmati pemandangan gugusan karang menjulang membentuk pulau-pulau kecil. Karang dipenuhi aneka tanaman dan pepohonan. Sejuk, segar, hijau nan elok.

“Pemandangannya bagus, indah. Jarang melihat keindahan pantai seperti ini di Malang,” ujar Wawan Fuad Kurniawan, salah seorang pengunjung asal Bekasi, Jawa Barat,Ia sengaja berkunjung ke Pantai Bansong sekaligus bersilaturahmi saat Lebaran dengan keluarganya yang ada di Malang.

Tak hanya pemandangannya yang elok, pengunjung akan disuguhi hamparan pantai pasir putih yang bersih. Panorama gugusan karang menambah pesona pantai selatan di pesisir Malang. Di sini, juga disewakan tikar untuk alas duduk lesehan di atas pasir putih.

Bagi yang ingin menikmati keindahan malam di Pantai Bansong, tidak usah khawatir. Di sini juga dilengkapi area perkemahan yang luas lengkap dengan fasilitas seperti toilet, gazebo dan musala. Tentunya tak ketinggalan tempat menyewa tenda.

Sayangnya, saat libur Lebaran tiba, pengunjung membludak. Wisatwan mesti antre berdesak-desakan untuk menuju pantai ini. Ribuan orang tumpah ruah ingin menikmati pemandangan pesisir selatan Malang.

Kebiasaan buruk sejumlah warga atau pengunjung masih terlihat. Ceceran sampah terlihat di atas pasir putih. Sebagian besar plastik bekas botol minuman hingga bungkus kudapan. Sampah bertebaran tak jauh dari tempat sampah yang disediakan di sekitar pantai.

Perilaku pengunjung yang membuang sampah sembarangan ini cukup mengganggu. Apalagi dulu kawasan ini dikenal sebagai lokasi pendaratan penyu untuk bertelur. Kini, mereka terusir karena kerusakan kawasan mangrove dan hutan pantai.