Pantai Di Karawang Masih Sepi Pengunjung Sepekan Setelah Tumpahan Minyak

Tumpahan minyak di perairan Karawang membuat beberapa pantai yang berada di Karawang menjadi sepi pengunjung. Di Pantai Samudera Baru contohnya, sejak tumpahnya minyak yang mengotori pantai, lokasi tersebut menjadi sepi pengunjung sehingga menyebabkan anjloknya perputaran ekonomi dipantai tersebut.

“Tidak ada yang berani datang kesini. Bahkan anak-anak yang main pasir pun tidak ada. Para pengunjung pastinya akan menghindari tumpahan minyak tersebut,” kata Tarman selaku pengelola rumah makan seafood yang berada di Pantai Samudera Baru.

Pantai Di Karawang Masih Sepi Pengunjung Sepekan Setelah Tumpahan Minyak
Pantai Di Karawang Masih Sepi Pengunjung Sepekan Setelah Tumpahan Minyak

Rumah makan yang dimiliki oleh Tarman tersebut terletak persis di tepi pantai. Rumah makan miliknya tersebut dibuka setiap hari dan memiliki omset yang cukup baik terutama jika pada akhir pekan ataupun liburan. Akan tetapi, menurut Tarman setelah pencemaran minyak tersebut membuat omset dari rumah makannya anjlok.

“Sudah mau seminggu seperti ini. Warung menjadi sepi. Pernah agak ramai tapi itu pun bukan pengunjung tetapi petugas seperti polisi dan orang yang membersihkan minyal,” kata Tarman.

Tarman sendiri mengaku bahwa dirinya berharap supaya polusi minyak di perairan Karawang dapat segera berakhir. Dirinya pun ingin pantai kembali bersih seperti sedia kala sehingga para pengunjung dapat kembali mengunjungi Pantai Samudera Baru.

“Harapanya semoga bisa segera bersih kembali dan pengunjung kembali ramai sehingga usaha kembali lancar,” katanya.

Tumpahan minyak yang mencemari wilayah Karawang tersebut awalnya telah dibersihkan untuk wilayah pesisir pantai akan tetapi tumpahan yang berada di laut kembali mengotori pantai setelah terbawa ombak. Beberapa ornamen di Pantai Samudera Baru bahkan juga terkena imbas dari tumpahan tersebut.

Saat ini Bupati Karawang Cellica Murrchadiana meminta kepada para pengelola untuk menutup wisata pantai untuk sementara waktu karena dikhawatirkan terhadap kesehatan pengunjung ketika berwisata ke pantai sekaligus akan menghambat kerja yang dilakukan oleh pemerintah dan Pertamina untuk membersihkan perairan itu secepatnya.

“kami putuskan untuk menutup sementara tempat wisata pantai yang tercemar oleh tumpahan minyak. Ini tergolong berbahaya untuk pengunjung karena dapat menyebabkan gatal-gatal,” kata Cellica.